Jangan Terobsesi Dengan Masa Depan

Jan 15, 2022

‘Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.’ Matius 6:34 

Kisah ini menceritakan tentang sebuah jam yang menghabiskan banyak waktu mengkhawatirkan masa depannya, dengan alasan bahwa dia harus berdetak dua kali setiap detik. ‘Berapa banyaknya jumlah detak itu?’ pikir si jam. Jadi, mulailah dia menghitung bahwa akan berdetak 120 kali setiap menit, yaitu 7.200 kali setiap jam. Itu berarti dalam 24 jam sehari itu harus berdetak 172.800 kali, dan 63.072.000 kali setiap tahun. Sekarang si jam mulai kewalahan dan bahkan lebih khawatir lagi. Akhirnya, dia menghitung bahwa dalam jangka waktu 10 tahun ia harus berdetak 630.720.000 kali, tetapi kemudian dia menyadari bahwa tahun kabisat telah terlupakannya—dan pada titik itu si jam pingsan karena gangguan saraf.

Psikolog berpendapat bahwa sekitar 95% dari semua yang kita khawatirkan tidak pernah terjadi. Bagaimana dengan 5% lainnya? Empat dari lima kali hal menjadi lebih baik dari yang kita perkirakan, termasuk berlimpah berkat seketika! Pada akhirnya, hanya 1% dari semua hal buruk yang kita pikirkan mungkin benar-benar terjadi dan, tentang hal ini, jarang seburuk yang kita takutkan. Itu sebabnya Yesus berkata, ‘Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.’

Rasul Petrus memberi kita sudut pandang yang benar untuk hidup dalam perkataan ini: ‘Serahkanlah segala kekuatiranmu [semua kecemasanmu, semua risaumu, semua urusanmu, sekarang dan untuk selamanya] kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.’ (1 Petrus 5:7)

Jadi Firman untuk hari ini adalah—jangan terlalu khawatir tentang masa depan.

SoulFood: Kel 33–35, Mat 7:15–29, Maz 79, Ams 2:9–10

Renungan Hari Ini [The Word for Today] is authored by Bob and Debby Gass and published under licence from UCB International Copyright ©

en English
X