‘Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?’ Lukas 14:28
Realitas adalah perbedaan antara apa yang Anda inginkan—dan yang sebenarnya. Jika Anda orang yang optimis secara alamiah, Anda mungkin merasa sulit untuk berpikir secara realistis. Bahkan, Anda mungkin berpikir itu kebalikan dari memiliki iman. Iman tidak menyangkal masalahnya, tetapi menghubungkannya dengan Tuhan yang melalui kekuatannya Anda dapat hadapi. Berikut ini dua hal tentang berpikir secara realistis yang akan berhasil untuk Anda:
(1) Mengurangi risiko yang tidak perlu. Semua tindakan memiliki konsekuensi. Berpikir secara realistis akan membantu Anda mengetahui apa konsekuensinya. Ini sangat penting ketika tindakan Anda memengaruhi orang lain. Ungkapan lama seperti, ‘Harapkan yang terbaik tapi rencanakan yang terburuk’, memiliki manfaat. Dengan berpikir seperti itu, Anda mengurangi risiko yang tidak perlu. Hal ini mengarahkan pada tujuan, dengan rencana untuk mencapainya. Inilah kabar baiknya: Anda membutuhkan sebuah harapan untuk berhasil. Inilah berita buruknya: harapan bukanlah suatu strategi.
(2) Mengungkapkan apa yang perlu Anda ubah. Orang yang hanya mengandalkan harapan untuk keberhasilan mereka, jarang menjadikan perubahan sebagai prioritas utama. Jika Anda hanya memiliki harapan, Anda menyiratkan bahwa kesuksesan bukan tanggung jawab Anda. Ini masalah keberuntungan dan kesempatan—jadi mengapa repot-repot diubah. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada cermin realitas, yang membantu Anda melihat apa yang perlu diubah. Perubahan saja tidak membawa pertumbuhan, tetapi Anda tidak dapat memiliki pertumbuhan tanpa perubahan. Mengikuti Kristus adalah kehidupan yang paling diberkati dan menyenangkan yang dapat Anda jalani, tetapi ada harga yang harus dibayar untuk itu. Dan Yesus realistis tentang hal itu: ‘Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku… Jangan mulai mendirikan sampai ia bisa menghitung harganya.’ (Lukas 14:27–28 NLT)
SoulFood: Yes 30–33, Mat 10:21–31, Maz 104:24–35, Ams 3:11–12
Renungan Hari Ini [The Word for Today] is authored by Bob and Debby Gass and published under licence from UCB International Copyright ©



